dituding oleh netizen menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk salah satu filmnya yang dimaksud mana berjudul Prom Pact. Penemuan ini menjadi pengingat apa yang dimaksud digunakan diperjuangkan kepada studio.
Di adegan pembuka, SMA North Seattle hendak mengumumkan tema pesta prom yang dimeriahkan oleh pemandu sorak juga ditonton oleh para siswanya.
Salah satu frame dalam adegan itu terdapat sederet manusia yang mana duduk di area area barisan penonton serta mengambil bagian bersorak. Namun, deretan “siswa” itu bukan bergerak natural seperti manusia.
Netizen yang digunakan dimaksud menangkap kejanggalan itu kemudian mencela Disney kemudian CEO Bob Iger akibat menggunakan AI untuk aktor tambahan dalam filmnya.
“Perhatikan ini sederet aktor AI. Yikes!” cuit akun @_ChristopherM pada Kamis (12/10).
“Disney itu gila lalu menjadi alasan lain AMPTP harus membatalkan rencana untuk menggantikan aktor latar dengan AI,” lanjutnya. “Ini akan menimbulkan serial/film Anda seperti sampah bau dan juga juga busuk seperti susu.”
Hal ini yang mana ditakutkan oleh serikat aktor Hollywood di dalam tempat bawah naungan Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) yang masih melakukan aksi mogok melawan perwakilan studio Hollywood alias AMPTP.
Salah satu yang mana dimaksud merekan perjuangkan adalah terkait perlindungan terhadap pemakaian AI tanpa izin. Mereka menilai kehadiran AI ini berisiko melemahkan tenaga kerja para aktor.
“Bob Iger lebih banyak tinggi memilih untuk memasukkan pindai digital aktor latar daripada menggaji aktor dengan adil! #SAGAFTRAStrong,” tulis akun @GeekLawGrad pada Kamis (12/10).
“Pengingat bahwa ini yang digunakan dilawan oleh SAG-AFTRA,” cuit @caiden_reed.
Salah satu netizen bahkan mengeluhkan biaya berlangganan Disney+ yang dimaksud selalu meningkat, tapi enggan untuk membayar aktornya serta malah menggantikan kehadiran mereka itu dengan AI tanpa persetujuan.
“Sebuah pengingat bahwa Disney meningkatkan nilai tahunan Disney+ dobel tapi menolak membayar lebih besar banyak para aktor, lalu menggunakan kemiripannya dengan AI tanpa persetujuan dalam acara mereka,” cuit akun @velvetsuite.
Meski demikian, Disney belum mengeluarkan pernyataan terkait tudingan para netizen terhadap penyelenggaraan AI dalam Prom Pact.
Serikat pekerja aktor ini menolak ide pemanfaatan replika digital aktor menggunakan AI ketika bernegosiasi dengan pihak studio serta produser.
Lantaran, salah satu hal yang dimaksud digunakan dia perjuangkan dalam aksi mogok massal ini adalah terkait pemakaian AI yang mana dimaksud dapat mengeksploitasi pernyataan hingga tampilan fisik mereka tanpa persetujuan.
Penggunaan AI ini juga dinilai akan datang menguntungkan pihak studio Hollywood lantaran tak mesti membayar aktor dengan mahal. Mereka dapat menggantikan sosok aktor dengan AI yang dimaksud dibuat dengan nilai tambahan murah.
Sejauh ini, perundingan SAG-AFTRA dengan AMPTP masih alot. Perwakilan studio Hollywood walk out dari diskusi pada Rabu (11/10) akibat menilai permintaan serikat aktor berlebihan.
Sedangkan serikat penulis Hollywood dalam bawah sayap Writers Guild of America (WGA) sudah pernah berakhir pada akhir September lalu setelah mogok selama 148 hari.
Para anggota WGA juga sudah pernah meneken kontrak baru yang hal tersebut berisi 94 halaman kemudian ringkasan persyaratan baru.