Cuaca Panas, Bolehkah Mandi saat Tubuh Masih Berkeringat?

Cuaca Panas, Bolehkah Mandi saat Tubuh Masih Berkeringat?

mungkin jadi salah satu cara menyiasati hawa panas yang dimaksud terjadi akhir-akhir ini. Tapi hati-hati, Anda juga tidaklah disarankan langsung mandi saat kemudian tubuh dalam kondisi yang dimaksud benar-benar panas.

Dokter spesialis pulmonologi (paru) pada Rumah Sakit Harapan Bunda Rambutan, Jakarta Eva Sri Diana mengatakan, memang bukan disarankan mandi saat tubuh dalam keadaan panas. Sebaiknya, tubuh didinginkan terlebih dahulu hingga suhunya terpencil lebih tinggi lanjut normal.

“Harus didinginkan dulu beberapa saat. Tidak boleh buat perubahan suhu mendadak yang mana yang disebut ekstrem,” kata Eva saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (13/10).

Suhu tubuh yang digunakan panas biasanya terjadi setelah olahraga. Sebaiknya setelah berolahraga Anda beristirahat dulu serta tidaklah boleh langsung mandi.

Kata Eva, setelah berolahraga kemudian berkeringat, suhu tubuh sedang tinggi akibat terjadi pembakaran kalori. Sebaiknya dikerjakan pendinginan dulu sebelum mandi.

Namun, keringat tak cuma muncul setelah olahraga. Keringat juga bisa saja jadi muncul dalam tengah cuaca panas seperti sekarang. Dalam kondisi ini, mandi dalam kondisi tubuh masih berkeringat sebenarnya sah-sah saja.

Mandi saat tubuh berkeringat, tapi bukan oleh sebab itu olahraga, sebenarnya tidak ada ada berbahaya. Justru kotoran, minyak, serta debu yang digunakan mana menempel di dalam tempat kulit akan lebih tinggi lanjut mudah terhapus. Kulit jadi lebih besar lanjut segar lalu terhindar dari infeksi jamur akibat cuaca panas.

“Boleh hanya sekali [mandi saat tubuh berkeringat saat cuaca panas]. Ini berbeda dengan suhu tubuh yang dimaksud panas. Boleh langsung mandi sesuai dengan kebiasaan,” kata dia.

Tapi, Eva menyarankan agar suhu air yang mana digunakan juga tak terlalu dingin, apalagi air es atau sangat dingin.

“Sebaiknya mandi dengan air suhu biasa dulu agar bukan ada terjadi perubahan yang dimaksud itu mendadak ekstrem dalam tubuh,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *