Saat ini semua orang pada berbagai wilayah pada Indonesia sedang merasakan ekstrem juga kemarau panjang. Sebagai umat Islam, Anda sanggup membaca saat cuaca panas yang mana digunakan pernah dibaca Rasulullah SAW berikut ini.
Cuaca panas ekstrem sanggup sekadar menghasilkan tubuh terasa kurang nyaman serta juga mudah lelah. Karena itu, penting untuk senantiasa berdoa memohon perlindungan juga bantuan Allah SWT saat cuaca panas melanda.
Umat Islam juga dianjurkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah lalu memohon agar diturunkan air hujan.
Melansir NU Online, ada beberapa jumlah keseluruhan doa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW ketika mengalami musim kemarau panjang serta cuaca panas sehingga menimbulkan kekurangan pasokan air untuk kebutuhan segenap makhluk hidup pada bumi.
1. Doa saat cuaca panas dari pembukaan salat istisqa
Ini merupakan doa yang tersebut mana dikutip dari pembukaan khotbah salat Istisqa Rasulullah SAW.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ، اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيم، مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ
Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada Tuhan yang digunakan dimaksud layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa cuma yang digunakan dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada Tuhan yang mana dimaksud layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang tersebut hal itu sudah Kau turunkan sebagai kekuatan kemudian bekal bagi kami sampai hari yang hal tersebut ditetapkan (HR Abu Dawud).
2. Doa saat kekeringan
Berikut ini doa yang tersebut yang dibaca Rasulullah saat sedang khotbah Jumat. Seorang sahabat datang ke dalam masjid menceritakan bencana kekeringan serta juga meminta-minta Rasulullah yang dimaksud digunakan sedang khotbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَاAllāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.Artinya: Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami (HR Muttafaq Alaih).
3. Doa istisqa Rasulullah
اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا، كَثِيفًا، قَصِيفًا، دَلُوقًا، ضَحُوكًا، تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا، قِطْقِطًا، سَجْلًا، يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.
Artinya: Ya Allah ratakanlah hujan dalam bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang mana petirnya menggelegar, dahsyat, kemudian mengkilat; sebuah awan darinya Kau hujani kami dengan tetesan deras hujan yang digunakan mana kecil, rintik-rintik, yang tersebut digunakan menyirami bumi secara merata, wahai Zat yang mana dimaksud Maha Agung lagi Maha Mulia (HR Abu Awanah).
4. Doa istisqa di area tempat zaman Nabi Sulaiman AS
berikut ini adalah doa istisqa seekor semut dalam tempat zaman Nabi Sulaiman sesuai dengan cerita Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Ahmad. اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ، لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَAllāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka.Artinya: Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami bukan ada dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu (HR Ahmad).
Demikian doa yang dimaksud dapat semata dibaca saat cuaca panas terik juga juga ekstrem. Semoga membantu.