Kandungan Gizi Ulat Sagu, Ternyata Tinggi Protein lalu Lemak

Kandungan Gizi Ulat Sagu, Ternyata Tinggi Protein lalu Lemak

Baru-baru ini tersebar luas di dalam tempat media sosial orang siswa SD diejek guru kemudian teman sekelasnya oleh sebab itu membawa bekal dengan lauk sagu. Padahal, kandungan gizi ulat sagu ternyata terbilang tinggi.

Dalam video yang dimaksud banyak dibagikan di dalam area TikTok itu, orang anak laki-laki memperlihatkan isi bekalnya yang mana terdiri dari nasi juga ulat sagu. Guru dan juga juga teman-temannya sontak menertawakan isi bekal tersebut.

“Kebangetan 2023 kok lauknya masih ulat,” kata orang guru dalam video tersebut. Seorang guru lainnya memang membesarkan hati sang anak kemudian berkata bahwa ulat sagu tinggi protein.

Namun, guru yang dimaksud digunakan sebelumnya meledek lanjut bertanya ke si anak. “Kamu biduranĀ enggak, nak?”

Enggak. Tadi malam saya makan,” jawab anak itu sembari tersenyum.

Nyatanya, ulat sagu memang masih kerap dikonsumsi penduduk Indonesia seperti Maluku lalu Papua. Sejumlah studi menunjukkan ulat sagu mempunyai kandungan gizi beragam.

Lantas, apa sekadar kandungan gizi ulat sagu?

Kandungan gizi ulat sagu

Warga memperlihatkan ulat sagu di area dalam Perkampungan Yoboi, Distrik Sentani, Jayapura.Ilustrasi. Apa sekadar kandungan gizi di area area dalam ulat sagu? (ANTARA FOTO/Saptono)

Ulat sagu adalah salah satu makanan tinggi gizi kemudian juga kaya protein. Melansir laman Universitas Diponegoro, dalam 100 gram ulat sagu yang tersebut dimaksud sudah dikeringkan ada banyak gizi dan juga juga nutrisi yang mana dimaksud terkandung pada dalamnya.

Protein yang yang terkandung dalam ulat sagu kering misalnya ada 53 gram, sementara lemaknya ada pada bilangan 15 gram. Bahkan disebut-sebut bahwa kandungan protein kemudian lemak pada ulat sagu ini tambahan besar jika dibandingkan dengan ikan bandeng, cakalang, daging sapi, juga juga daging ayam.

Selain itu, mineral juga jadi salah satu kandungan gizi dalam ulat sagu. Bahkan kalsium, zat besi, hingga zinc juga terkandung dalam dalamnya.

Ulat sagu juga mengandung asam amino esensial. Misalnya, aspartat, asam glutamat, tirosin, lisin, hingga methionine.

Dalam jurnal Universitas Muhammadiyah Semarang dijelaskan bahwa ulat sagu juga jadi salah satu makanan khas dari wilayah Papua. Ulat sagu juga biasa diolah dalam berbagai versi hidangan. Mulai dari digoreng, dipanggang atau dimakan mentah.

Tapi pengolahan yang paling disarankan untuk menyantap ulat sagu ini adalah dengan cara dipanggang selama kurang tambahan banyak dua menit.

Hal ini agar protein yang tersebut terkandung dalam tempat ulat sagu tetap terjaga lalu bisa saja jadi diserap oleh tubuh manusia yang tersebut mengonsumsinya.

Itulah penjelasan terkait kandungan gizi ulat sagu. Ternyata lebih besar tinggi tinggi dari daging ayam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *