‘Penerjun Payung’ Tertua dalam Dunia Tutup Usia Usai Pecahkan Rekor

‘Penerjun Payung’ Tertua dalam Dunia Tutup Usia Usai Pecahkan Rekor

Dorothy Hoffner, ‘penerjun payung’ tertua pada dunia meninggal pada Senin (9/10). Hoffner meninggal di tempat dalam usia 104 tahun, selang tujuh hari setelah mendapatkan sertifikat Guinness World Records sebagai orang tertua yang pernah melakukan  dari pesawat.

Kepergian Hooffner disampaikan oleh teman dekatnya, Joe Conant yang digunakan mana merupakan seseorang perawat. Hoffner, kata Conant ditemukan meninggal pada Senin pagi waktu setempat oleh staf dalam komunitas senior Brookdale Lake View. Hoffner disebut meninggal saat tidur.

Conant sendiri mengaku pertemuannya dengan Hoffner sangat berkesan. Hoffner bahkan memohon untuk memanggilnya sebagai nenek. Kala itu, Conant bekerja sebagai perawat serta juga pengasuh untuk penghuni lain di dalam area panti jompo.

Selama mengenal Hoffner, Conant melihatnya sebagai sosok orang tua yang mana penuh dengan energi. Hoffner bahkan masih miliki ketajaman mental yang digunakan digunakan kuat.

“Dia tak kenal lelah. Dia terus berjalan,” kata dia.

“Dia bukanlah seseorang yang mana akan tidur siang dalam sore hari, atau tiada muncul untuk acara apa pun, makan malam, atau apa pun. Dia selalu ada, hadir sepenuhnya. Dia terus berjalan, selalu.” Kenang Conant melansir Independent.

Predikatnya sebagai penerjun payung tertua pada area dunia diraih Hoffner pada 1 Oktober lalu. Dia melakukan terjun payung tandem, melompat keluar dari pesawat dengan ketinggian 13.500 kaki atau setara 4.100 meter.

Kegiatan itu dikerjakan dalam area Skydive Chicago pada Ottawa, Illinois.

“Usia hanyalah angka,” kata Hoffner kepada penonton yang digunakan bersorak tak berapa lama setelah dia mendarat kala itu.

Tapi, itu bukan pertama kali bagi Hoffner melakukan terjun payung. Saat usianya 100 tahun dia juga pernah melakukan kegiatan serupa.

Meski begitu, menurut Conant, sebenarnya Hoffner tiada terjun payung untuk memecahkan rekor. Dia mengatakan Hoffner sangat menikmati lompatan pertamanya sehingga dia ingin melakukannya lagi.

“Dia tak ada berniat memecahkan rekor. Dan dia bukan tertarik pada publisitas atau apa pun. Dia tidaklah melakukannya sebab alasan lain selain ingin terjun payung,” katanya.

Conant mengatakan Hoffner bekerja selama lebih besar besar dari empat dekade sebagai operator telepon dalam area Illinois Bell, yang tersebut yang disebut kemudian menjadi AT&T. Dia kemudian pensiun 43 tahun lalu.

Hoffner juga hidup sendirian juga juga tidaklah ada pernah menikah, serta Conant mengatakan dia tiada miliki anggota keluarga dekat. Upacara peringatan untuk Hoffner akan diadakan pada awal November.

“Dia adalah teman baik yang hal tersebut menjadi inspirasi,” kata Conant.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *